Ketua DPRD Kutim Jimmi Dorong Regenerasi Pemuda, “Karpet Merah” Harus Dibuka untuk Generasi Muda
deltamahakam, SANGATTA – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Jimmi, S.T., M.T., mendorong pentingnya regenerasi kepemimpinan di kalangan pemuda sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus yang mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Jimmi saat menghadiri Pengukuhan dan Rapat Kerja Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Kutai Timur periode 2026–2028.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa pergantian kepengurusan merupakan bagian penting dari keberlanjutan sebuah organisasi.
Menurut Jimmi, generasi sebelumnya tidak berarti kehilangan peran setelah adanya kepengurusan baru. Sebaliknya, mereka memiliki tanggung jawab untuk membimbing sekaligus memberikan ruang kepada generasi muda agar terus berkembang.
“Regenerasi dalam suatu organisasi itu memang penting. Bukan berarti yang terdahulu selesai, tetapi tetap bangkit dan mendorong generasi berikutnya untuk maju ke atas,” kata Jimmi.
Ia menegaskan, memberikan kesempatan kepada pemuda merupakan salah satu bentuk investasi kepemimpinan untuk masa depan.
Karena itu, generasi yang lebih senior diharapkan tidak hanya menjadi pengarah, tetapi juga mampu membuka jalan bagi anak-anak muda untuk mengambil peran strategis.
“Tugas kita yang tua-tua adalah memberikan karpet merah kepada generasi muda untuk bisa maju ke depan, naik menjulang ke atas,” ujarnya.
Jimmi juga menegaskan keterbukaan DPRD Kutim terhadap organisasi kepemudaan. Menurutnya, pemuda memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, maupun berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembangunan daerah.
Di sisi lain, ia berharap pemuda Muhammadiyah dapat terus memperkuat perannya dengan menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam berorganisasi dan berkontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, kemampuan kepemimpinan perlu berjalan beriringan dengan moral dan nilai keagamaan.
“Kemajuan pemuda harus menjadi yang terdepan dan menjadi contoh bagi pemuda-pemuda serta organisasi lainnya. Yang memiliki dasar dan langkah agama tentu sangat kita harapkan,” tutur Jimmi.
Jimmi menilai potensi sumber daya alam Kutai Timur yang besar harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru IPM Kutim periode 2026–2028 mampu melahirkan berbagai gagasan dan gerakan positif sekaligus mempersiapkan kader-kader muda yang kelak dapat mengambil peran dalam pembangunan daerah.(dm5)








