Saatnya Indonesia Berdikari! Ketum PWRI Suriyanto Ajak Rakyat Dukung Langkah Prabowo Kelola SDA untuk Negeri
deltamahakam,JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Dr. Suriyanto, SH, MH, MKn, mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat dan negara.
Menurut Suriyanto, Indonesia selama puluhan tahun masih menghadapi persoalan klasik berupa ekspor bahan mentah yang membuat nilai tambah ekonomi justru lebih banyak dinikmati oleh negara lain.
Padahal, Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah mulai dari minyak, gas bumi, batu bara, nikel, emas, timah hingga kelapa sawit.
Ia menilai kebijakan hilirisasi yang terus didorong pemerintah merupakan langkah strategis untuk memutus ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah sekaligus memperkuat industri nasional.
“Sudah saatnya Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. Kekayaan alam yang dimiliki bangsa ini harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia, bukan hanya menjadi komoditas yang dinikmati pihak lain,” ujar Suriyanto dalam keterangannya.
Suriyanto menjelaskan, hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan nilai tambah produk dalam negeri, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan investasi sektor industri, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional di pasar global.
Selain hilirisasi, ia juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola devisa hasil ekspor agar manfaat ekonomi dari kekayaan alam Indonesia dapat kembali berputar di dalam negeri.
Menurutnya, dana yang dihasilkan dari sektor sumber daya alam seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat layanan kesehatan, hingga mendorong pertumbuhan industri nasional.
Suriyanto mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat pengawasan terhadap aktivitas ekspor dan arus devisa guna menciptakan sistem perdagangan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang mandiri secara ekonomi apabila seluruh kekayaan alam yang dimiliki dikelola secara optimal dan memberikan nilai tambah di dalam negeri.
“Jika sumber daya alam diolah di Indonesia, tenaga kerjanya orang Indonesia, pajaknya masuk ke Indonesia, dan manfaat ekonominya kembali kepada rakyat, maka posisi bangsa ini akan semakin kuat dan memiliki daya tawar yang tinggi di tingkat internasional,” katanya.
Lebih lanjut, Suriyanto mengajak masyarakat untuk turut mengawal berbagai program strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Menurutnya, keberhasilan program hilirisasi dan penguatan industri nasional membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Ia juga menilai kekhawatiran sebagian pihak terkait potensi berkurangnya minat investor akibat kebijakan penguatan pengelolaan SDA tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, investor yang memiliki komitmen jangka panjang akan tetap melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi yang sangat besar.
“Yang dibutuhkan investor adalah kepastian hukum dan aturan yang jelas. Dengan tata kelola yang baik, Indonesia justru akan semakin menarik bagi investasi yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Suriyanto mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, kuat, dan berdaulat secara ekonomi.
“Ini bukan hanya tentang kondisi ekonomi saat ini, tetapi tentang masa depan generasi mendatang. Saatnya Indonesia berdikari dan menjadi tuan di negeri sendiri,” pungkasnya.(dm5)








