BERITA TERKINIKutai TimurPemerintahanSangatta

DPRD Kutim Matangkan Rencana Platform Digital “Sapa Dewan”

deltamahakam,SANGATTA – ​Sekretariat DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi informasi. Langkah tersebut diwujudkan melalui agenda Diskusi Panel Tenaga Ahli Sekretariat DPRD Kutim.

​Forum tersebut diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi para tenaga ahli dalam mempresentasikan gagasan inovatifnya. Inovasi yang dihadirkan berfokus pada pendayagunaan teknologi digital untuk menunjang tugas kelembagaan DPRD.

​”Ini salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama meningkatkan peran tenaga ahli untuk ikut mendorong transparansi komunikasi digital,” ujar Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, S.T., M.T.

​Salah satu terobosan utama yang kini menjadi sorotan adalah rancangan platform digital aduan masyarakat bernama “Sapa Dewan”, sebuah aplikasi yang dirancang sebagai wadah penyampaian aspirasi dan pengaduan masyarakat secara langsung kepada anggota DPRD sesuai daerah pemilihannya masing-masing.

​Hadirnya Sapa Dewan dilatarbelakangi keterbatasan momentum tatap muka seperti kegiatan reses maupun Musrenbang yang sifatnya berkala. Kehadiran forum aduan digital ini diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan warga yang beragam tanpa terikat jadwal.

​Penyampaian aspirasi warga melalui media sosial pribadi juga dinilai belum cukup formal untuk ditindaklanjuti secara kelembagaan. Kehadiran platform “Sapa Dewan” akan menjadikan kanal aduan masyarakat lebih terintegrasi dan terdata rapi.

​”Digitalisasi ini merupakan satu jembatan yang menghubungkan antara masyarakat dan anggota DPRD. Aplikasi ini sangat membantu mendekatkan anggota dewan kepada masyarakat maupun sebaliknya,” jelas Jimmi.

​Terkait status operasionalnya, DPRD Kutim memastikan bahwa aplikasi Sapa Dewan saat ini masih dalam tahap perencanaan. Pihaknya bersama tenaga ahli terus mendiskusikan formula aplikasi agar nantinya siap digunakan secara optimal.

​”Ini baru perencanaan untuk mendapatkan formula yang cukup baik, komprehensif, dan hubungannya menjadi lebih dinamis,” tegas Jimmi, memastikan sistem belum berjalan.

​Ke depan, program Sapa Dewan diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk periode saat ini, tetapi juga berkesinambungan. Sistem aduan ini dirancang agar tetap bisa dimanfaatkan oleh anggota DPRD pada periode-periode mendatang.(dm5)

Related Articles

Back to top button