Pulang dari PENAS, Wabup Mahyunadi Siapkan Adopsi Teknologi Pertanian untuk Dongkrak Ketahanan Pangan Kutim
deltamahakam,SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi memastikan keikutsertaannya dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan bukan sekadar menghadiri agenda nasional. Dari kegiatan tersebut, Pemkab Kutim membawa pulang berbagai referensi teknologi dan inovasi pertanian yang dinilai berpotensi diterapkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di daerah.
Mahyunadi mengatakan, selain mempromosikan potensi Kutai Timur, pihaknya juga memanfaatkan momentum PENAS untuk mempelajari teknologi yang telah diterapkan di berbagai daerah.
“Kegiatannya seperti biasa, tetapi ada beberapa pembaruan teknologi yang akan kita adopsi. Selain promosi daerah, kita juga mengamati perkembangan teknologi di daerah lain. Prinsipnya ATM, Amati, Tiru, dan Modifikasi,” kata Mahyunadi.
Ia mengaku hanya mengikuti kegiatan selama dua hari sehingga belum sempat melakukan pengamatan secara menyeluruh. Namun, Mahyunadi telah meminta jajaran yang masih berada di lokasi untuk terus mengidentifikasi inovasi yang layak diterapkan di Kutai Timur.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan bibit sawit unggul. Menurutnya, ketersediaan bibit sawit berkualitas ternyata lebih mudah diakses dibandingkan yang selama ini diperkirakan.
“Teknologi pertanian yang maju sebenarnya sudah banyak kita miliki di Kutim. Namun masih ada sejumlah inovasi yang bisa kita adopsi, termasuk dalam penyediaan bibit sawit berkualitas,” ujarnya.
Mahyunadi menambahkan, PENAS juga menjadi ajang bertukar pengalaman antardaerah dalam mengembangkan berbagai komoditas, mulai dari perkebunan, sawit, padi hingga hortikultura.
Sejalan dengan arahan Presiden terkait penguatan ketahanan pangan nasional, ia menilai Kutai Timur masih memiliki peluang besar untuk mengembangkan sejumlah komoditas strategis, khususnya jagung.
“Jagung merupakan salah satu komoditas yang bisa kita kembangkan kembali di Kutai Timur. Selain itu, masih banyak inovasi lain yang bisa kita adopsi agar sektor pertanian kita semakin maju dan mampu mendukung ketahanan pangan,” pungkasnya.(dm5)








