BERITA TERKINIKALTIMKutai TimurPemerintahanSangatta

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Tekankan Konektivitas Jalan sebagai Penggerak Ekonomi Kutai Timur

deltamahakam, SANGATTA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.Ec. menegaskan pentingnya pembangunan dan peningkatan konektivitas jalan sebagai salah satu faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat akses masyarakat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Hal tersebut disampaikan Rudy Mas’ud saat menghadiri peresmian jalan pengganti permanen untuk umum yang dibangun PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutim, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda, kementerian terkait, manajemen KPC, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Rudy mengatakan, Kutim memiliki wilayah yang luas sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Menurutnya, konektivitas jalan menjadi bagian penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

“Investasi tumbuh, perusahaan maju, dan masyarakat mendapatkan manfaatnya,” tegas Rudy.

Ia menjelaskan, keberadaan jalan yang baik tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memperlancar distribusi barang, jasa, logistik, hingga energi.

Dengan konektivitas yang semakin kuat, hubungan antarkabupaten maupun antarprovinsi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

Rudy juga mengapresiasi PT KPC yang telah menyelesaikan pembangunan jalan pengganti permanen sepanjang sekitar 18,6 kilometer. Ia menilai pembangunan tersebut menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Jalan ini seperti urat nadi. Kalau jalan terganggu, masyarakat dan perekonomian juga akan terdampak,” ujarnya.

Selain ruas jalan yang telah diresmikan, Rudy turut mendorong percepatan pembangunan konektivitas di sejumlah wilayah, termasuk ruas Simpang Perdau menuju Sangatta. Ia juga menekankan agar aspek keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian, termasuk penerangan jalan serta penanaman tanaman endemik di sepanjang kawasan jalan.

Menurut Rudy, pembangunan infrastruktur harus dilaksanakan secara seimbang dengan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Perusahaan yang beroperasi di daerah penghasil sumber daya alam, kata dia, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah melalui pemberdayaan masyarakat maupun dukungan terhadap infrastruktur.

“Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus berjalan beriringan. Pembangunan bukan hanya tentang investasi yang masuk, tetapi juga manfaat yang kembali kepada daerah dan masyarakat,” pungkasnya.(dm5)

Related Articles

Back to top button