Tak Lagi Bergantung Genset, Batu Ampar Segera Diterangi Listrik PLN

KUTIM – Setelah lama bergantung pada genset, warga Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur (Kutim), sebentar lagi akan menikmati listrik yang menyala penuh sepanjang hari.
PT PLN menargetkan pada tahun 2026 wilayah tersebut telah teraliri listrik 24 jam, menghadirkan perubahan besar bagi ribuan penduduk di pedalaman.
Camat Batu Ampar, Suriansyah Mutul, menyampaikan progres pemasangan jaringan listrik terus berjalan.
Material seperti tiang listrik dan cor tiang kini dikirim dari Sebulu, Kutai Kartanegara, menuju Batu Ampar dengan pengawalan ketat aparat keamanan.
“Jalur tiang dan kabel listrik membentang sekitar 4,5 kilometer dari Kecamatan Muara Bengkal hingga Batu Ampar, melewati Desa Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Beno Harapan. Sekitar 5.000 jiwa akan menerima manfaat dari jaringan listrik ini,” ujarnya.
Sejumlah perusahaan seperti PT Telen juga turut ambil bagian dalam membantu proyek ini.
“Mereka hanya meminta penandaan dari pihak PLN dan kecamatan untuk langsung ditindaklanjuti,” tambahnya.
Jika semua berjalan lancar, pemasangan tiang rampung pada akhir 2025, dan masyarakat Batu Ampar dapat menikmati listrik PLN sebelum Idul Fitri 2026.
“Kalau malam kami sering hemat solar, jadi lampu dimatikan lebih awal. Anak-anak belajar pakai lampu cas. Kalau nanti listrik PLN sudah masuk, rasanya seperti mimpi, bisa terang terus,” Rasman, warga Batu Ampar.
Sementara itu, Arifin (33) berharap usahanya bisa berkembang. “Kalau ada listrik 24 jam, saya bisa jualan es, nyalain kulkas, usaha bisa tambah maju,” ujarnya.
Suriansyah menegaskan bahwa listrik bagi Batu Ampar bukan sekadar penerangan, tetapi bukti nyata pemerataan pembangunan di Kutai Timur. (adv)








