BERITA TERKINIKALTIMKutai TimurPemerintahanPemkab KutimSangatta

Gaspol Cetak 50 Ribu Tenaga Kerja! Balai Latihan Kerja Industri Mandiri Kutim Disiapkan Jadi Kunci, Muncul Inovasi “Pataka”

deltamahakam, SANGATTA – Upaya percepatan penyiapan tenaga kerja lokal di Kutai Timur mulai mengerucut pada pembangunan Balai Latihan Kerja Industri Mandiri Kutim yang kini menjadi sorotan.

Pembangunan fasilitas ini disebut sebagai bagian dari grand design pengembangan pusat pelatihan kerja yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan masyarakat secara terstruktur.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Trisno, mengungkapkan bahwa fasilitas yang disiapkan dalam kawasan tersebut cukup lengkap untuk mendukung proses pelatihan.

“Informasi awal yang kami terima, di dalamnya akan ada ruang kelas, laboratorium hingga asrama. Namun untuk detail teknisnya, masih akan kami konfirmasi ke pihak pelaksana,” ujar Trisno.

Keberadaan Balai Latihan Kerja Industri Mandiri Kutim dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung target besar daerah, yakni menciptakan 50 ribu tenaga kerja lokal hingga tahun 2029.

Namun, target tersebut tidak dihitung secara tahunan, melainkan melalui pembangunan sistem ketenagakerjaan dalam jangka lima tahun.

“Konsep 50 ribu tenaga kerja ini bukan dibagi per tahun, tapi kita bangun sistemnya dulu agar di tahun 2029 target itu bisa tercapai,” jelasnya.

Dalam upaya mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan tiga strategi utama yang menjadi fondasi kebijakan.

Mulai dari pembangunan big database tenaga kerja, pengembangan sektor padat karya, hingga inovasi pasar tenaga kerja digital bernama “Pataka”.

“Pataka ini bukan sekadar bursa kerja, tapi seperti katalog atau platform yang mempertemukan kebutuhan pekerjaan dengan tenaga kerja, baik formal maupun informal,” terangnya.

Di sisi lain, pemerintah juga menekankan bahwa tidak semua penyerapan tenaga kerja dapat diklaim sebagai capaian daerah, melainkan hanya yang berasal dari intervensi program yang dijalankan.

“Yang bisa kita klaim adalah hasil dari program yang kita bangun sendiri, seperti pelatihan, sistem Pataka, dan pengembangan sektor padat karya. Itu yang menjadi kontribusi nyata pemerintah daerah,” tegasnya.

Seiring tingginya jumlah pencari kerja yang belum terserap, pemerintah disebut akan memasukkan mereka ke dalam database tenaga kerja serta membuka peluang kerja sama lebih luas dengan perusahaan.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ketenagakerjaan di Kutai Timur, sekaligus memastikan target besar 50 ribu tenaga kerja tidak berhenti sebagai wacana, melainkan dapat direalisasikan secara bertahap dan terukur.(dm5)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button