Sinergi Diskop UKM, Disperindag dan Dekranasda, Perajin Tenun Kutim Disiapkan Jadi UMKM Berdaya Saing
deltamahakam,SANGATTA – Kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satunya melalui Pelatihan Lanjutan Tenun Menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutai Timur, dengan dukungan penuh dari Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah (UKM) Kutai Timur.
Pelatihan yang merupakan bagian dari Program Perencanaan dan Pembangunan Industri melalui Sub Kegiatan Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pelaksanaan Pemberdayaan Industri serta Peran Serta Masyarakat itu resmi dibuka di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Rabu (5/8/2026).
Kehadiran Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutai Timur, Marhadyn, S.K.M., M.P.H., dalam pembukaan kegiatan menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas perajin tenun agar mampu berkembang menjadi pelaku UMKM yang mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing.
Marhadyn mengatakan, pelatihan ATBM merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kerajinan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
Menurutnya, sinergi antara Disperindag, Dekranasda, dan Dinas Koperasi UKM menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih maju.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh pelatihan ATBM ini. Sinergi lintas program antara Disperindag, Dekranasda, dan Dinas Koperasi UKM akan mempercepat pengembangan UMKM di Kutai Timur, khususnya bagi para perajin tenun lokal agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Marhadyn.
Ia menegaskan, penguatan keterampilan harus berjalan beriringan dengan pendampingan usaha. Karena itu, Dinas Koperasi dan UKM siap memberikan pembinaan secara berkelanjutan mulai dari pengurusan legalitas, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas.
“Harapan kami, peserta pelatihan tidak hanya memiliki kemampuan menenun yang semakin baik, tetapi juga mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Kami siap mendampingi mereka agar produknya mampu bersaing di pasar regional bahkan nasional,” tambahnya.
Menurut Marhadyn, tenun lokal Kutai Timur memiliki potensi besar untuk menjadi produk unggulan daerah apabila didukung dengan peningkatan kualitas, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat. Oleh karena itu, kolaborasi antarperangkat daerah dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan UMKM berbasis ekonomi kreatif.
Pelatihan ini juga dihadiri Ketua Dekranasda Kutai Timur, Hj. Siti Robiah Ardiansyah, serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur. Keterlibatan berbagai pihak tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong lahirnya perajin-perajin tenun yang mampu menjadi pelaku UMKM tangguh dan berdaya saing.
Melalui pelatihan lanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap industri tenun daerah terus berkembang sebagai salah satu sektor unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat identitas budaya daerah di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.(dm5)








