BERITA TERKINIKutai Timur

Ekonomi Kutim Mulai Bergeser, Dana Karbon Rp35 Miliar Diproyeksikan Jadi Penopang Sektor Hijau

deltamahakam,SANGATTA – Struktur perekonomian Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mengalami perubahan seiring menurunnya dominasi sektor pertambangan. Di tengah perlambatan aktivitas tambang, pemerintah daerah melihat peluang baru melalui pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Berdasarkan data makroekonomi domestik, kontribusi sektor migas dan batu bara terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim yang sebelumnya mendominasi hampir 90 persen kini menyusut menjadi sekitar 70 persen.

Sebaliknya, sektor nonpertambangan seperti UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif meningkat dari sekitar 10 persen menjadi hampir 30 persen.

Penurunan aktivitas pertambangan tersebut disinyalir merupakan dampak dari pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada 2025.

Kondisi itu turut memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat diversifikasi sumber pendapatan daerah.

Meski sempat memengaruhi pertumbuhan ekonomi, situasi tersebut justru memicu gairah baru dalam pengembangan ekonomi hijau. Optimalisasi fungsi kelestarian hutan dinilai mampu menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Kutai Timur di masa mendatang.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan upaya menjaga hutan kini mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data Forest Carbon Partnership Facility (FCPF), Kutim diproyeksikan memperoleh insentif dari program pengurangan emisi karbon.

“Saya mendapat data dari FCPF, tahun depan Kutim akan mendapat dana sekitar Rp35 miliar dari hasil emisi karbon. Tertinggi di Kalimantan Timur,” ujar Ardiansyah.

Dana insentif tersebut diproyeksikan cair pada 2027 melalui skema Forest Carbon Partnership Facility (FCPF). Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian hutan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi daerah.

“Ini menjadi peluang bagi Kutai Timur untuk terus mengembangkan ekonomi hijau. Ke depan kita tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan, tetapi juga memanfaatkan potensi hutan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap pengembangan ekonomi hijau dapat menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah di tengah menurunnya kontribusi sektor pertambangan.

Selain mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui diversifikasi sektor usaha dan pemanfaatan sumber daya alam yang lebih ramah lingkungan.(dm5)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button