BERITA TERKINIKutai Timur

BPBD Kutim Monitoring Titik Api Melalui Aplikasi Lembuswana, ASAP Digital Hingga SiPongi

SANGATTA,deltamahakam.co.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengimbau masyarakat petani yang menggunakan metode pembakaran agar dikomunikasikan terlebih dahulu terhadap aparat setempat.

BPBD Kutim telah mulai berupaya melakukan pencegahan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya, selalu memonitor kegiatan titik api melalui aplikasi yang tersedia.

“Beberapa diantaranya kami memonitoring kegiatan titik api dengan bantuan aplikasi Lembuswana, ASAP digital, SiPongi dan lain sebagainya,” urai Plt. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kutim, Awang Ari Jusnanta saat ditemui di ruangannya, Kantor BPBD Kutim, Rabu (13/7/2022)

Aplikasi yang dimaksud merupakan fasilitas yang diberikan oleh Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Polda Kaltim.

Di samping itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat yang akan bercocok tanam dengan metode pembakaran lahan agar lebih hati-hati.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat terutama yang bercocok tanam, dengan pola membakar, minimal disiapkan dulu segala sesuatunya, dikomunikaiskan dengan aparat setempat,” ujarnya.

Pasalnya, bagi masyarakat yang bercocok tanam menggunakan pola membakar harus melihat waktu dan tempat yang tepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu juga, minimal bagi masyarakat yang telah mendapatkan tempat bercocok tanam yang telat, harus membuat sekat untuk pengamanan.

“Minimal kita buat sekat dulu untuk pengamanan sebelum melakukan pembakaran, itu bagi petani atau pekebun yang melakukan cocok tanam dengan pola membakar,” terangnya. (ADV/dm2)

Related Articles

Back to top button