BERITA TERKINIKutai TimurSangatta

Kesetaraan Umat, Bupati Ardiansyah Sulaiman Dipuji Pastor Gereja Katolik Santa Theresia Sangatta

Pastor Paulus Fay ; Kami juga minta arahan bagaimana supaya dalam kehidupan di tengah masyarakat Kutai Timur yang pluralis ini, bisa kami membawa diri dengan baik, dan ini sebagai bentuk apresiasi kepada beliau atas dukungannya terhadap kita sebagai Gereja Katolik selama ini,”

SANGATTA,deltamahakam.co.id-Bupati Kutai Timur (Kutim),Drs.H.Ardiansyah Sulaiman, M.Si diapresiasi oleh Pastor Paulus Fay dari Gereja Katolik Santa Theresia Sangatta. Menurutnya, Ardiansyah sebagai sosok pemimpin bijaksana yang mampu menghadirkan kesetaraan dan keadilan bagi seluruh warganya.

Bagi Pastor Paulus Fay, hal tersebut sangat penting. Begitupula dengan kedekatan. Bahkan, saat dirinya dan rekan-rekan umat Gereja Katolik Santa Theresia Sangatta bertemu dengan Bupati Ardiansyah Sulaiman diibaratkan sebagai silaturahmi antara anak dengan sang ayah.

“Jadi kami datang ke sini tujuannya adalah berjumpa dengan bapak bupati sebagai orang tua kita di Kabupaten Kutai Timur. Kami datang untuk silaturahmi kepada orang tua kita, sekaligus kita datang untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita karena Pemilu berjalan dengan baik dan lancar di bawah bimbingan dan dukungan dari beliau, sehingga semuanya berjalan damai dan lancar,” kata Paulus Fay di Rumah Jabatan Bupati Kutim, Rabu (21/2/2024).

“Kami sebagai anak, yaa kami dari gereja Katolik merasa bahwa bupati adalah orang tua kita semua, kami datang (sebagai anak). Selain minta diperhatikan, kami juga minta arahan bagaimana supaya dalam kehidupan di tengah masyarakat Kutai Timur yang pluralis ini, bisa kami membawa diri dengan baik, dan ini sebagai bentuk apresiasi kepada beliau atas dukungannya terhadap kita sebagai Gereja Katolik selama ini,” sambungnya.

Selain mengapresiasi, Pastor dan Dewan Pengurus Pusat Gereja Katolik juga meminta perhatian dan dukungan Bupati dalam hal pelayanan, kemudahan, dan infrastruktur. Salah satu permintaan mereka adalah renovasi Gereja Bukit yang sudah bocor. Gereja itu didirikan sejak 25 tahun yang lalu. Mereka juga meminta perbaikan Katolik Center yang merupakan milik pemerintah Kutim.

“Terkait infrastrukturnya sendiri, itu kita minta kalau di Gereja Bukit itu kebetulan kerja kita sudah sekian tahun, sudah 25 tahun itu sejak didirikan. Itu sudah mulai bocor, jadi kita minta tolong untuk direnovasi,” ungkap Pastor Paulus Fay kepada wartawan.

“Kemudian juga termasuk di Katolik Center dekat sini, itu adalah milik Pemerintah Kutai Timur. Maka kita minta tolong untuk dibenahi juga,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, orang nomor satu Kutim merespons positif permintaan dan kebutuhan yang disampaikan Pastor dan Dewan Pengurus Pusat Gereja Katolik Sangatta. Hal ini menunjukkan adanya komitmen Bupati dalam mendukung Gereja Katolik dan memperhatikan kebutuhan umat Katolik di Kutim.

Ardiansyah juga amat bersyukur atas kedatangan Paroki ke-Pastor-an di Sangatta. Kunjungan ini merupakan momen yang amat berharga baginya, karena memperkenalkan diri dan membangun potensi yang tidak terpisahkan antara Pemerintah dan Gereja.

Dalam beberapa waktu terakhir, Bupati juga mengaku sering menerima kunjungan pihak Gereja, yang menunjukkan betapa pentingnya kerja sama antara pemerintah dan agama dalam membangun masyarakat yang harmonis.

“Jadi, alhamdulillah saya dapat kunjungan dari Paroki ke-Pastor-an di Sangatta, ada beberapa tadi. Ada Suster yang datang, ada juga beberapa pastor yang datang dalam rangka silaturahmi, memperkenalkan diri, dan saya sangat senang, karena dalam benak saya ini, dapat membangun potensi untuk semua bagian yang tidak terpisahkan. Beberapa waktu yang lalu saya juga sudah sering menerima teman-teman dari Gereja,” ucap Ardiansyah.

Dikemukakannya, kunjungan Paroki ke-Pastor-an hari ini merupakan kesempatan para Pastor untuk memberi nasehat dan semangat kepada jemaatnya. Ardiansyah meyakini, jika seluruh umat beragama melaksanakan tugas agamanya dengan baik, maka tidak akan ada masalah dalam kehidupan ini.

Bupati tak lupa mengajak para Ulama, Pendeta, dan Pastor serta pemuka agama untuk terus melaksanakan tugas agamanya dengan baik. Dengan demikian, masyarakat hidup dalam harmoni dan damai, serta terhindar dari berbagai masalah yang dapat merusak kehidupan bersama.

“Kalau semua melaksanakan agamanya dengan baik, nggak ada masalah hidup ini, enggak ada pencuri. Ya enggak ada perkelahian, enggak ada narkoba. Itu yang ingin sering saya sampaikan. Makanya kepada para Ulama, kepada Pendeta, Pastor, dan yang lain-lain, ajak masyarakat untuk melaksanakan tugas agamanya masing-masing dengan baik,” tutupnya. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button