Ketua DPRD Kutai Timur Serap Aspirasi Warga Sangatta Utara, Keluhan PLN hingga Ekonomi Jadi Perhatian
deltamahakam, SANGATTA – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi dalam agenda Reses Ketiga Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2025–2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Yos Sudarso II, Gang Benteng, Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (20/8/2026) malam. Pertemuan ini diikuti warga RT 43 yang berkolaborasi dengan warga RT 23 di Gang Benteng, Desa Sangatta Utara.
Dalam suasana hangat dan terbuka, warga menyampaikan beragam persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari kebutuhan infrastruktur, pendidikan, kegiatan keagamaan, lapangan kerja, hingga persoalan pelayanan kelistrikan PLN.
“Ada banyak poin terkait dengan apa yang diharapkan warga bisa menjadi suatu aspirasi untuk disampaikan kepada pemerintah,” ujar Jimmi usai kegiatan.
Jimmi menjelaskan, aspirasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kebutuhan sosial dan ekonomi warga. Salah satunya adalah peningkatan infrastruktur rumah ibadah serta dukungan terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Selain itu, persoalan pendidikan turut menjadi perhatian. Warga berharap kualitas pendidikan terus ditingkatkan sehingga anak-anak di wilayah Sangatta Utara memperoleh akses dan fasilitas pendidikan yang semakin baik.
“Ada terkait dengan infrastruktur rumah ibadah, pendidikan, kegiatan keagamaan, masalah lapangan kerja, dan permasalahan PLN yang akhir-akhir ini dikeluhkan warga,” kata Jimmi.
Di sektor ekonomi, persoalan lapangan kerja menjadi salah satu aspirasi yang cukup banyak disampaikan. Masyarakat berharap kesempatan kerja bagi warga lokal semakin terbuka, sehingga keberadaan berbagai aktivitas ekonomi di Kutai Timur juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, keluhan terkait listrik menjadi salah satu isu yang cukup menonjol dalam pertemuan tersebut. Warga mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi cukup sering dalam sepekan terakhir di sejumlah kawasan Sangatta.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat. Tidak hanya aktivitas rumah tangga, pemadaman listrik juga dapat berdampak terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan pasokan listrik untuk menjalankan kegiatan usahanya.
Jimmi berharap pihak PLN dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Ia berharap gangguan dan pemadaman listrik tidak terus berulang hingga berdampak terhadap aktivitas serta perekonomian masyarakat.
“Mudah-mudahan PLN bisa memahami kondisi masyarakat kita. Sedikit banyaknya kita tidak berharap ini bisa terulang lagi dan tidak sampai memberikan dampak negatif bagi masyarakat,” tuturnya.
Jimmi menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi catatan untuk dibawa dan diperjuangkan melalui DPRD Kutim sesuai kewenangan yang dimiliki.
Menurutnya, kegiatan reses menjadi momentum penting bagi DPRD untuk mendengar langsung suara masyarakat sekaligus melihat persoalan yang terjadi di lapangan. Dengan begitu, kebijakan dan program pembangunan diharapkan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Intinya, apa yang disampaikan masyarakat menjadi bahan bagi kami untuk diperjuangkan dan disampaikan kepada pemerintah sesuai dengan kewenangan yang ada,” pungkasnya.(dm5)








