Expo Kaltim 2026 Jadi Panggung UMKM Kutim, Batik Arit Lepo Langsung Diminati Gubernur
deltamahakam, SAMARINDA – Produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kutai Timur (Kutim) mendapat panggung dalam Expo Kaltim 2026 yang berlangsung di Atrium Big Mall Samarinda, 19–23 Agustus 2026.
Keikutsertaan Kutim dalam ajang tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan beragam produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dinas Koperasi dan UKM Kutim turut berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai leading sector, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta sejumlah perangkat daerah lainnya dalam membawa produk-produk unggulan UMKM Kutim.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Marhadyn, S.K.M., M.P.H., mengatakan sejumlah produk binaan UMKM Kutim ditampilkan dalam expo tersebut, mulai dari produk kuliner hingga kerajinan khas daerah.
“Beberapa perangkat daerah membawa produk-produk unggulan daripada UMKM kita. Salah satunya produk-produk kuliner, baik produk turunan pangan seperti pisang, nanas dan sebagainya,” ujar Marhadyn.
Beragam produk kuliner binaan Diskop UKM Kutim turut dipamerkan, di antaranya Amplang Original, Amplang Batu Bara, Amplang Raos, Fruiti Box, Browsing, Kalbana, Keripik Jamur Tiram, hingga Jahe Merah Pasak Bumi.
Tak hanya kuliner, produk kerajinan khas Kutim juga menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya Batik Arit Lepo karya Ises Rahayu yang merupakan binaan Dekranasda Kutai Timur.
Batik tersebut mengangkat motif khas Arit Lepo yang dipadukan dengan motif Wakaroros, sehingga menghadirkan karakter khas Kutai Timur dalam setiap lembar kainnya.
Menariknya, Batik Arit Lepo mendapat perhatian langsung dari Gubernur Kalimantan Timur saat mengunjungi Expo Kaltim 2026. Ketertarikan tersebut bahkan berlanjut dengan adanya pesanan batik untuk digunakan sebagai salah satu dress code dalam menghadiri berbagai acara penting.
Marhadyn menilai perhatian tersebut menjadi momentum positif bagi pelaku UMKM Kutim untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan dan memasarkan produk lokal.
“Ini menjadi salah satu momentum bagi kita untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Kutai Timur. Mudah-mudahan dengan semakin dikenal, pasar produk UMKM kita juga semakin luas,” katanya.
Menurutnya, keikutsertaan Kutim dalam Expo Kaltim tidak hanya berorientasi pada promosi, tetapi juga membuka akses dan jejaring baru bagi pelaku UMKM. Pemerintah daerah berharap produk-produk lokal tidak hanya dikenal di Kalimantan Timur, tetapi mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Upaya tersebut akan kembali dilanjutkan melalui Expo APKASI tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di kawasan BSD, Tangerang, pada 27–30 Agustus 2026.
Dalam agenda tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Kutim akan memanfaatkan momentum business matching untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli atau buyer dari tingkat nasional maupun internasional.
“Artinya sebuah momentum untuk memasarkan kepada buyer-buyer dari tingkat nasional ataupun di tingkat internasional terhadap produk-produk kita yang memang unggul dan dihasilkan oleh UMKM-UMKM kita,” jelas Marhadyn.
Ia menegaskan, promosi dan pengembangan UMKM tetap menjadi perhatian Pemkab Kutim meski kondisi anggaran daerah masih terbatas. Kolaborasi lintas perangkat daerah akan terus diperkuat untuk mendorong produk lokal agar semakin kompetitif.
Marhadyn berharap semakin terbukanya akses pasar dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kutai Timur.
“Harapan kita tentu produk-produk UMKM Kutai Timur semakin dikenal, semakin luas pemasarannya, sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(dm5)








