BERITA TERKINIKutai TimurSangatta

Kapolres Kutim Dorong Polisi Profesional dan Humanis, Buka Ruang Kritik dari Pers

deltamahakam, SANGATTA – Kapolres Kutai Timur (Kutim) AKBP Aryansyah mendorong seluruh personel kepolisian untuk terus meningkatkan profesionalisme dan mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.

Pesan tersebut disampaikan Aryansyah saat bersilaturahmi dengan wartawan, awak media, dan insan pers di Aula Pelangi Mapolres Kutai Timur, Kamis (27/8/2026), usai pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.

Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan insan pers, khususnya dalam membahas keterbukaan informasi, pelayanan publik, serta evaluasi terhadap kinerja personel di lapangan.

Aryansyah mengapresiasi peran media yang selama ini turut membantu menyampaikan berbagai informasi mengenai pelayanan, penegakan hukum, dan aktivitas kepolisian kepada masyarakat.

Ia juga meminta jajaran kepolisian yang menangani kebutuhan informasi media agar memberikan respons secara proporsional, sepanjang tidak mengganggu proses penyelidikan maupun pengembangan suatu perkara.

Menurutnya, terdapat informasi tertentu yang memang belum dapat disampaikan kepada publik apabila berpotensi menghambat proses penegakan hukum. Karena itu, keterbukaan informasi tetap harus berjalan dengan mempertimbangkan kepentingan penyidikan.

Di sisi lain, Aryansyah secara terbuka meminta insan pers menyampaikan kritik apabila menemukan personel yang melakukan kekeliruan, baik dalam sikap, perilaku, bahasa, maupun memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadi apabila di lapangan saat kami melakukan kegiatan, mungkin tersilap. Dalam sikap, perilaku, atau bahasa, tolong disampaikan kepada saya saja. Insya Allah dengan mengerti informasi ini kita akan evaluasi,” ujarnya.

Penekanan serupa disampaikan Aryansyah dalam pelaksanaan penegakan hukum. Ia mengingatkan personel agar tetap mengedepankan profesionalisme ketika melakukan tindakan paksa, khususnya terhadap orang yang telah diamankan dan tidak lagi melakukan perlawanan.

“Apabila dalam upaya paksa, pelaku yang sudah kita amankan, sudah diborgol, sudah tidak melawan, tugas kita hanya mengamankan saja,” tegasnya.

Aryansyah kembali menekankan prinsip utama yang harus menjadi pedoman personel dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Jangan sakiti hati masyarakat,” katanya.

Ia berharap komunikasi yang terbuka dengan insan pers dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari upaya Polres Kutai Timur meningkatkan profesionalisme, memperbaiki kualitas pelayanan, serta memastikan penegakan hukum berjalan secara tegas, proporsional, dan tetap humanis. (dm5)

Related Articles

Back to top button