BERITA TERKINIHUMANIORAKutai Timur

Warga Keluhkan Jalan Penghubung Tiga Kecamatan di Kutim, Berlubang dan Berlumpur

Keluhkan Kondisi Jalan Penghubung 3 Kecamatan, Warga: Serasa Kami Belum Merdeka

KUTAI TIMUR, deltamahakam.co.id –┬áKondisi jalan poros yang menghubungkan tiga kecamatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kaltim, yaitu Kecamatan Muara Ancalong, Muara Bengkal, dan Long Mesangat sudah seperti kubangan. Ini dikeluhkan oleh warga dan pengguna jalan.

Selain penuh lubang, jalan di kawasan tersebut juga dipenuhi tanah dan lumpur. Ketika turun hujan maka jalan menjadi dipenuhi kubangan lumpur, sehingga membahayakan bagi pengendara motor maupun mobil.

Heru Achmadi, warga setempat menyebut salah satu titik kerusakan jalan, itu berada di antara Log Pon sampai dengan KM 6 Lajau, Desa Benua Baru.

“Jalan itu labil mudah rusak saat musim hujan dan kemarau debu nya minta ampun, pernah jalan ini kebanjiran sampai 1 bulan tidak bisa dilewati,” terang Heru kepada deltamahakam.co.id, Senin (31/10/2022).

Heru sangat berharap adanya perbaikan jalan di daerah itu. Pasalnya jalan yang setiap waktu dilalui warga itu sudah bertahun-tahun kondisinya rusak parah, namun belum juga ada perbaikan, padahal di daerah mereka ada anggota DPRD dan pejabat pemerintahan.

“Kadang-kadang kalau sudah parah ada dari perusahaan bantu perbaiki, harusnya jalan ini sudah dicor beton, mengingat ini jalan akses satu-satunya jalan poros menuju Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong,” sambung dia “Mohon dari DPR dan pemda bisa merespon.”

Rah Gigi warga lainnya mengungkapkan hal serupa. Dikatakan, jalan poros tersebut merupakan akses vital masyarakat Kecamatan Long Mesangat, dan Kecamatan Busang yang sudah lama rusak tapi belum ada perhatian dari pemerintah.

“Jalan ini selayaknya disemenisasi, karena kalau hujan berlumpur dan kalau panas luar biasa debunya. Serasa kami di pelosok ini seperti belum Merdeka, padahal sudah 77 tahun Indonesia merdeka. Wakil-wakil rakyat kami seolah tidak peduli tentang teriakan dan jeritan akses jalan masyarakat pelosok seperti kami,” paparnya.

“Pendapat saya pemerintah dan para wakil rakyat mempedulikan kami yang di pelosok, terutama masalah akses jalan. Jangan cuma Pilkada dan Pileg mereka minta dipilih, tapi setelah jadi lupa dengan kami,” tutup Rah Gigi.

Sementara salah seorang pengguna jalan, Arul menyebutkan, kondisi jalan yang rusak membuat dirinya harus ekstra hati-hati saat melintas. Apalagi di malam hari dimana belum ada lampu penerangan jalan sehingga membuat penglihatan menjadi tidak jelas.

“Kalau lewat jalan ini harus hati-hati apalagi malam. Pemerintah harus memperbaiki atau melakukan tindakan penanganan sementara seperti menutup lubang dengan batu, supaya yang pakai motor dan mobil tidak terperosok,” pungkasnya.(dm5)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button