BERITA TERKINISangatta

Parent Talk Wali Santri Mahkota Meneguhkan Misi Keluarga Qur’ani bersama DR. Hj. Sarmini, Lc., MA

Ustad Supriadi mewakafkan rumah yang sebelumnya merupakan kediaman beliau sendiri. "Di sanalah selama 3 tahun terakhir, bersama para pengajar metode Utrujah diberikan kepada anak anak penghafal Qur'an dari usia bayi hingga 11 tahun," bebernya.

SANGATTA,deltamahakam.co.id-Parent Talk bertajuk Wali Santri Mahkota Meneguhkan misi keluarga qur’ani bersama DR. Hj. Sarmini, Lc., MA diselenggarakan di aula Hotel Lumbu Sangatta. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 60 undangan bersama wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang yang sekaligus membuka acara.

Ustazah Sa’diaturrohmah, selaku Ketua Lembaga Mahkota memberikan sambutannya diawal kegiatan. Ia menyampaikan beberapa hal terkait rumah Qur’an Mahkota yang berada di Jalan Yos Sudarso 4 gg. Banjar yang merupakan hasil wakaf dari salah satu Pembina Rumah Qur’an Mahkota yaitu Ustad Supriadi.

Dikatakan, Ustad Supriadi mewakafkan rumah yang sebelumnya merupakan kediaman beliau sendiri. “Di sanalah selama 3 tahun terakhir, bersama para pengajar metode Utrujah diberikan kepada anak anak penghafal Qur’an dari usia bayi hingga 11 tahun,” bebernya.

Ustadzah Sarmini, pemilik rumah Qur’an di Jakarta, memiliki 3 anak yang khatam Qur’an sejak balita, hasil wawancara yang didapatkan sangat luar biasa. Founder metode utrujah yang juga dosen Bahasa Arab di International University of Afrika, memberikan motivasi agar dalam keluarga itu terdapat anggota atau anak anak yang hafal Qur’an. Dengan metode utrujah, memudahkan anak anak sejak balita dapat menghafal Qur’an. “Tentu saja semuanya diawali dengan seberapa besar orang tua terus istiqomah dan memberikan dukungan kepada anak anaknya karena menghadapi masing-masing anak berbeda karakter tentu saja berbeda juga trik yang digunakan,” paparnya.

Terpisah, ustadz Supriadi menjelaskan sedikit awal mula berdirinya rumah quran Mahkota yang mendasari ialah instruksi ulama yaitu perbanyak rumah rumah Qur’an dan diutamakan satu kecamatan satu rumah Qur’an. Dirinya ingin ada rumah Qur’an di Sangatta yang mempunyai target pernghafal Qur’an dari usia balita karena memudahkan untuk dibentuknya di banding usia remaja yang sudah mengenal gadget.

Keinginan agar dengan adanya rumah Qur’an Mahkota, ini memiliki visi 1 Keluarga memiliki 1 penghafal Qur’an. Karena dengan adanya satu penghafal Qur’an dalam keluarga, bisa memberikan syafaatnya untuk anggota keluarganya yang lain dan memberikan Mahkota kepada kedua orangtuanya. Ia juga menyampaikan bahwa sekarang rumah Qur’an ini memiliki 62 santri dengan pengajar 12 orang dan pengurus yayasan 5 orang.

Ketua panitia dalam hal ini Ustadzah Jumai juga memberikan sedikit pemaparannya terkait metode Utrujah ini. Dirinya mengatakan bahwa santri yang usia balita sudah ada yang hafal 14 juz selama 3 tahun dan yang usia 11 tahun sudah menghafal 25 juz, sungguh merupakan sebuah metode hafal Qur’an yang sangat luar biasa.(*).

Hasnaeni

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button