ADVERTORIALDPRD Kutim

Ketua Komisi D DPRD Kutim Angkat Bicara Terkait Dugaan Pemecatan Ibu Hamil

Legislator Kutim Yan Ipui menyoroti tindakan salah satu pihak yang memecat seorang buruh perempuan yang diketahui dalam keadaan hamil.

SANGATTA,deltamahakam.co.id-Legislator Kutim Yan Ipui menyoroti tindakan salah satu pihak yang memecat seorang buruh perempuan yang diketahui dalam keadaan hamil.

Naasnya, pemecatan itu dilakukan dengan paksa. Menurut Yan, situasi ini harusnya jadi tamparan keras bagi pemerintah mengingat saat ini sulitnya mendapat lapangan pekerjaan.

Yan mengaku bakal menindaklanjuti laporan tersebut. Karena sejauh ini pihaknya belum mengetahui pasti jumlah buruh perempuan yang dipecat.

“Aduan ini akan kami tindaklanjuti. Belum tahu persis berapa jumlah buruh perempuan yang dipecat. Dan kami akan menelusuri apa persoalannya,” ungkapnya belum lama ini.

Menurut Yan, harusnya di setiap daerah tidak boleh tindakan pemecatan secara paksa oleh perusahaan.

Meski begitu ia enggan lebih jauh berkomentar. Sebab pihak legislatif masih menelusuri kepastian atas kabar tersebut. Jika benar, ucap Yan, maka perusahaan harus ditindak secepatnya.

Lebih jauh Yan menjelaskan status sebagai pekerja dengan masa kontrak memang tidak termasuk dalam perlindungan hukum terkait hamil.

“Ketika yang bersangkutan masih dalam status kontrak, memang tidak termasuk di dalamnya. Yang masuk dalam normatif itu adalah karyawan tetap dan sudah diakui oleh undang-undang,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya bakal berkomunikasi dinas terkait dan menggandeng serikat buruh.

Tujuannya menginventarisasi perusahaan berdasarkan laporan yang diterima. “Akan diinventarisir secara menyeluruh.”

“Mulai dari perusahaan yang beroperasi di pusat pemerintahan, maupun yang ada di daerah lain Kutai Timur. Sebagai legislatif dan perwakilan rakyat, tentu kami punya tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan seperti ini,” tukasnya. (ADV)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button