ADVERTORIALKutai TimurPemkab Kutim

Inovasi DTPHP Tingkatkan Produksi Padi Sawah Kutim, Bentuk Pokja dan Salurkan Bantuan Pertanian

Meskipun masih kalah pamor dari nanas dan pisang Kutim, tapi DTPHP tetap berupaya agar hasil produksi padi sawah meningkat. Terbaru, DTPHP membentuk Pokja di Kecamatan.

SANGATTA,deltamahakam.co.id-Sektor pertanian padi sawah terus ditingkatkan produksinya oleh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kutai Timur (Kutim). Untuk itu, di bawah kepemimpinan Dyah Ratnaningrum, DTPHP terus melakukan inovasi agar produksi hasil pertanian meningkat.

Meskipun masih kalah pamor dari nanas dan pisang Kutim, tapi DTPHP tetap berupaya agar hasil produksi padi sawah meningkat. Terbaru, DTPHP membentuk Pokja di Kecamatan.

Pembentukan Pokja ini untuk membantu kelompok tani (Poktan) di Kecamatan. Selain itu, sebagai perpanjangan tangan DTPHP dalam menyediakan bantuan alat pertanian.

“Kaubun telah terbentuk. Tinggal Long Mesangat. Nanti bantuan pertanian seperti combain bila diperlukan saat waktu panen, Poktan bisa pinjam disitu. Jadi tidak perlu jauh-jauh lagi ke Ibukota Kabupaten,” kata Kepala DTPHP Kutim.

Dyah mengungkapkan beberapa alasan tidak memberikan bantuan langsung kepada kelompok tani alat pertanian combain. Selain harganya yang mahal, pemeliharaan alat juga jadi pertimbangan DTPHP Kutim.

“Kami mengamati mesin pertanian yang ada di petani banyak yang rusak lalu dibiarkan. Jika disimpan di Pokja, mereka akan memperbaiki jika rusak alatnya,” katanya.

“Selain itu, bila disimpan di Pokja, banyak kelompok tani yang bisa memanfaatkannya. Sementara bila diserahkan kepada salah satu Poktan, kelompok tani yang lain tidak bisa menggunakannya,” sambungnya.

Dyah Ratnaningrum juga mengungkapkan, pihaknya juga berkomitmen memberikan bantuan pupuk kepada para petani. Pasalnya, pupuk subsidi dari pemerintah sangat terbatas.

Apalagi, pupuk subsidi hanya diberikan kepada 9 komoditas pertanian. Mereka antara lain, padi sawah, jagung, bawang merah, kedelai, bawang putih, cabe, kakao, tebu, dan kopi.

“Itupun untuk padi sawah hanya boleh diberikan kepada petani yang luasan sawahnya tidak lebih dari dua hektare. Sangat kurang dari kebutuhan pupuk petani kita,” kata Dyah.

“Pupuk subsidi ini jumlahnya terbatas, kemudian distribusi ketat, aturannya ketat, penyaluran pupuk subsidi ini hanya untuk 9 komoditas,” sambungnya.

Lantaran hal itu, pihaknya juga memberikan bantuan pupuk kepada para petani. Dyah mengaku tiap tahun, DTPHP Kutim menyalurkan bantuan pupuk kepada petani.

“Tiap tahun Pemerintah melalui DTPHP Kutim, selalu membantu pupuk ke petani. Misalkan kebutuhan petani 100 kilo, kami bantu 50 kilo. Bantuannya 30-50 persen, agar dapat semuanya,” pungkasnya. (adv)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button