Harga Minyak Goreng dan Bawang Merah Melonjak, Pedagang Pasar Induk Sangatta Keluhkan Pasokan Sulit
deltamahakam,SANGATTA – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Sangatta mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan paling mencolok terjadi pada minyak goreng dan bawang merah, sementara harga cabai mulai berangsur turun.
Pedagang Pasar Induk Sangatta, Alfrida, mengatakan hampir seluruh komoditas mengalami kenaikan harga, meski dengan besaran yang berbeda-beda.
“Barang-barang naik semua. Yang paling terasa itu minyak goreng dan bawang-bawangan,” kata Alfrida saat ditemui di Pasar Induk Sangatta, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, selain harga yang naik, pasokan minyak goreng juga mulai sulit diperoleh oleh pedagang kecil. Kondisi tersebut membuat pedagang harus melakukan pemesanan terlebih dahulu untuk mendapatkan stok.
“Kalau minyak sekarang agak susah dicari. Biasanya toko-toko besar yang lebih mudah dapat. Kami pedagang kecil harus pesan dulu,” ujarnya.
Alfrida menjelaskan, harga minyak goreng kemasan ukuran lima liter saat ini mencapai sekitar Rp490 ribu per dus. Angka tersebut naik dibanding bulan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp420 ribu per dus.
“Kalau bulan lalu sekitar Rp420 ribuan. Sekarang sudah mendekati Rp490 ribu per dus,” ungkapnya.
Selain minyak goreng, bawang merah juga mengalami lonjakan harga. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, kini harganya berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
“Yang mahal sekarang bawang merah. Sudah Rp60 ribu sampai Rp70 ribu per kilo. Sebelumnya paling tinggi Rp50 ribu,” katanya.
Sementara itu, harga bawang putih masih relatif stabil di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Berbeda dengan bawang merah, harga cabai justru mulai menunjukkan tren penurunan. Alfrida menyebut cabai yang sebelumnya sempat menyentuh Rp80 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp55 ribu per kilogram.
“Dulu cabai sempat mahal sekali sampai Rp80 ribu per kilo. Sekarang sudah turun, sekitar Rp55 ribu,” ujarnya.
Untuk komoditas beras, Alfrida menilai kondisinya masih relatif stabil. Meski terdapat kenaikan, angkanya tidak terlalu signifikan.
“Beras masih stabil. Memang ada kenaikan, tapi tidak terlalu besar. Dari sekitar Rp390 ribu per karung menjadi Rp405 ribu sampai Rp410 ribu,” jelasnya.
Ia menambahkan, gula dan tepung juga mengalami kenaikan harga, namun hanya berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 sehingga tidak terlalu berdampak dibanding kenaikan pada komoditas lainnya.
Menurut Alfrida, komoditas barang basah seperti cabai dan sayuran memang lebih rentan mengalami fluktuasi harga karena dipengaruhi pasokan yang masuk ke pasar.
Sebagai pedagang, ia berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan agar lonjakan harga tidak terus terjadi.
“Kami berharap harga-harga bisa stabil dan tidak naik terlalu tinggi supaya pedagang dan masyarakat sama-sama tidak terbebani,” pungkasnya.(dm5)








